Pancasila sebagai ideologi negara

  • Ideologi dipahami sebagai gagasan-gagasan dan nilai-nilai yang tersusun secara sistematis diyakini kebenarannya oleh suatu masyarakat dan diwujudkan di dalam kehidupan nyata yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan didalam upaya mewujudkan cita-cita. Jadi ideologi berisi pandangan hidup yang menyentuh segala aspek kehiduan bangsa.
  • Bangsa merupakan kumpulan dari masyarakat yang membentuk negara. Dalam arti sosiologis, bangsa termaksud “kelompok paguyuban” yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama senasib sepenanggungan di dalam suatu negara. Jadi bangsa adalah rakyat yang telah mempunyai kesatuan tekad untuk membangun masa depan bersama. Caranya adalah dengan membentuk dan  membangun suatu negara yang akan mewujudkan aspirasi dan kepentingan bersama secara adil.
  • Dengan pandangan hidup, suatu bangsa akan memangdang persoalan-persoalan yang dihadapi dan  menentukan arah serta cara bangsa itu memecahkan persoalan-persoalan tadi. Itulah ideologi sangat penting untuk suatu negara. Dengan Ideologi Pancasila, tetap bersatu sesuai selogan “Bhineka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetap satu jua).
  • Tanpa memiliki pandangan hidup yang dijadian sebagai ideologi, suatu bangsa akan terus terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang timbul, baik persoalan di dalam masyarakatnya sendiri maupun persoalan besar umat manusia dalam pergaulan dengn bangsa-bangsa lain.
  • Modal setiap negara yaitu memiliki cita-cita, tujuan, dan pandangan hidup. Modal ini yang akan memberikan motivasi/dorongan untuk bernuat dan bekerja secara maksimal menuju apa yang dicita-citakan. Contoh:

Seorang anak bercita-cita ingin naik kelas dan bertujuan ingin menjadi anak yang berakhalak mulia, beriman, dan bertaqwa, serta ingin memiliki pengetahuan yang luas dan berguna bagi nusa dan bangsanya. Sehingga ia rajin belajar, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, disiplin, memenuhi tata tertib sekolah, mengikuti nasehat guru dan orang tuanya, selalu menghargai orang lain, menolong, mengasihi sesama, selalu setia dan mencintai tanah air dan bangsa, rajin beribadah, menjalankan perintah-perintah agama, pasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mensyukuri segala nikmat dan karunia-Nya.

  • Sunardi, merumuskan hubungn Pancasla sebagai berikut.

–          sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan yang utuh dan bulat.

–          Bila salah satusila itu lepas atau hilang, maka bukan Pancasila namanya.

  • Berikut penjelasan dari gambar di atas:
  1. Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat dan pada hakikatnya adalah satu.

Sila-sila Pancasila merupakan prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dan ukuran kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kelima sila itu berhubungan erat satu sama lain dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Dalam hubungan kesatuan ini, sila pertama mendasari dan menjiwai sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima.sila kedua dijiwai sila pertama dan bersama-sama menjiwai sila ketiga, keempat, dan kelima. Sila ketiga dijiwai olah sila pertama dan kedua serta bersama-sama menjiwai sila keempat dan kelima. Sila keempat dijiwqai oleh sila pertama, kedua, dan ketiga bersama-sama menjiwai sila kelima dijiwai oleh sila pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

  1. Bentuk dan susunan Pancasila

Susunan Pancasila adalah hirarki (berjenjang) dan mempunyai bentuk menyerupai piramida. Urutan-urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian, dimana tiap-tiap sila dibelakang sila lainnya merupakan pengkhususan sila-sila dimukanya. Dalam susunan bertingkat dan membentuk piramid ini, perumusan sila-sila Pancasila dapat dinyatakan sebagai berikut:

a)      Ketuhanan Yang Maha Esa meliputi dan menjiwai sila kemanusiaan yang adil dan berdab, Persatun Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

b)      Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

c)       Persatuan Indonesia adalah persatuan yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

d)      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah kerakyatan yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

e)      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan sosial yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

One thought on “Pancasila sebagai ideologi negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s