Cadangan Devisa Tembus USD 75 M

MAKASSAR — Cadangan devisa Indonesia saat ini melebihi USD 75 miliar. Ini merupakan cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah.

Hal itu diungkapkan Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo, di Jakarta, Selasa 27 April. “Sampai pekan kedua April 2010, cadangan devisa Indonesia sudah melebihi USD 75 miliar,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sejak Januari hingga pekan kedua April 2010, cadangan devisa tercatat membaik. Bahkan, per 31 Januari 2010 cadangan devisa Indonesia tercatat USD 70 miliar.

Akhir Februari 2010 sedikit terkoreksi menjadi USD 69,7 miliar. Namun pada Maret kembali meningkat signifikan menjadi USD 71,4 miliar. Puncaknya, per 20 April cadangan devisa melesat ke angka USD 75 miliar.

Cadangan devisa itu, kata Perry, berarti mengalami kenaikan lebih dari USD 4 miliar jika dibandingkan per akhir Maret 2010 yang mencapai USD 71,4 miliar. Sayangnya, Perry tidak menyebutkan apa saja penyebab kenaikan cadangan devisa itu.

Bank sentral sendiri memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan terus meningkat. Di akhir 2010 Bank Indonesia memproyeksikan cadangan devisa bisa mencapai USD 78,5 miliar. Angka itu setara dengan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Menurut Perry, jika angka itu bisa dicapai, maka berarti terjadi kenaikan hingga USD 12,4 miliar atau sekira 18,7 persen dibandingkan cadangan devisa per akhir Desember 2009 yang sebesar USD 66,104 miliar.

Perry menjelaskan bahwa kenaikan cadangan devisa itu diharapkan bisa didukung dari surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diharapkan bisa mencapai USD 12,5 miliar di akhir 2010.

Dana Asing

Lonjakan cadangan devisa beriringan dengan derasnya aliran dana asing ke Indonesia, terutama ke instrumen-instrumen sektor keuangan. Pada instrumen Surat Utang Negara (SUN), dana asing per 27 April bertambah Rp 3,39 triliun menjadi Rp 145,35 triliun.

Data Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang dikutip Fajar, Selasa, 27 April, disebutkan sampai 23 April 2010, jumlah SUN yang diperdagangkan mencapai Rp 601,08 triliun, sementara porsi kepemilikan investor asing mencapai 24,1 persen atau Rp 145,35 triliun. Porsi terbesar tetap dipegang oleh perbankan dengan jumlah sebesar Rp 240,81 triliun.

BI juga memegang instrumen SUN sebesar Rp 12,42 triliun. Kemudian industri reksadana memiliki SUN sebesar Rp 45,47 triliun, industri asuransi memiliki SUN Rp 76,54 triliun, dana pensiun memegang Rp 37,27 triliun, perusahaan sekuritas Rp 220 miliar, dan lainnya Rp 45,01 triliun. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s