Bagaimana Mengatasi Kegagalan

Kegagalan, kata ini tidak asing di telinga kita, dalam masa hidupnya setiap manusia niscaya akan pernah mengalami yang namanya kegagalan. Lalu bagaimanakah cara kita menghadapinya ketika kegagalan itu datang?

Kegagalan adalah tanda akan adanya jaminan keberhasilan

Sering kita lihat banyak orang menjadi stres, depresi, menjadi gila atau bahkan lebih ekstrim lagi mengakhiri hidupnya ketika mereka mengalami kegagalan. Tentu saya berharap kita bukanlah salah satu dari contoh-contoh tersebut. Jika hasil yang kita harapkan itu telah kita usahakan dengan kerja keras dan pengorbanan yang maksimal, dengan pengharapan keberhasilan yang sangat besar dari diri sendiri maupun dari orang lain, namun ketika yang kita dapat adalah kegagalan, hal ini bisa menjadi pukulan sangat telak yang sanggup mengguncang jiwa orang paling waras sekalipun. Karena itulah memang dibutuhkan jiwa yang besar untuk menang, namun dibutuhkan jiwa yang jauh lebih besar untuk mampu menerima kegagalan.

Di suatu waktu Ayah saya pernah berkata, bahwa dalam hidup ini selalu ada dua hal yang berdekatan, siang-malam, gelap-terang, susah-senang, sukses-gagal, dsb, bagaikan saling melengkapi dua hal ini akan selalu ada di sekitar kehidupan kita. Kesimpulan saya, kegagalan itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang luar biasa, tidak ada terang jika tidak ada gelap, tidak ada keberhasilan jika tidak ada kegagalan. Intinya, diperlukan keikhlasan di dalam menerima suatu bentuk kegagalan, karena kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan itu sendiri.

Salah satu motivator favorit saya adalah Mario Teguh, yang mungkin beberapa di antara Anda sering menyaksikan acaranya di televisi. Beliau pernah mengatakan bahwa kegagalan adalah tanda tidak tepatnya arah, karena itu diperlukan yang namanya Penyesuaian. Kegagalan adalah tanda tidak cukup baiknya cara. Sehingga diperlukan Peningkatan terhadap cara kita melakukannya. Kegagalan adalah sebetulnya tertundanya sebuah keberhasilan. Oleh karena itu, Kesabaran adalah nama penantiannya. Kegagalan adalah tanda tidak cukupnya kekuatan. Itu sebabnya, Kesungguhan adalah suatu keharusan. Kegagalan adalah tanda akan adanya jaminan keberhasilan. Dan… Iman, adalah nama dari keyakinannya. Sehingga anjurannya adalah hormati kegagalan Anda. Karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Lebih filosofis lagi, kegagalan adalah kesempatan untuk memutuskan apakah Anda akan terus mengejar tujuan yang sama dengan cara baru, atau tetap menggunakan cara lama untuk mencapai tujuan yang lain.

Kesimpulannya, jika kita menerima kegagalan maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Terima dengan ikhlas, karena kegagalan adalah bagian dari kehidupan
  2. Latih diri, perbaiki arah dan cara kita melakukannya atau bangkit dan beralih mengejar tujuan baru
  3. Lebih sungguh-sungguh dalam berusaha dan lebih sabar, ingatlah bahwa keberhasilan itu tetap ada di sana menungggu kita
  4. Yang terakhir namun penting, perkuat iman pada Tuhan, karena manusia hanya bisa berusaha, namun yakinlah kegagalan adalah tanda akan adanya jaminan keberhasilan

Mari kita semua sambut hari depan yang lebih baik dengan penuh rasa syukur. Keberhasilan mengatasi kegagalan, membuat keberhasilan kita selanjutnya bukan kebetulan. tepuktangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s